IMG-20210307-WA0026

KOMISI IV DPR RI HADIRI BIMTEK DI PULAU GARAM

Bagikan Berita Ini

MADURA, (desanews.id) – Sapi potong menjadi salah satu pilihan masyarakat di Madura, komoditas yang diyakini bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Proses pemeliharaan sapi potong cukup mudah dilakukan. Namun, juga banyak kendalanya. Beberapa peternak belum memiliki orientasi bahwa beternak sapi potong bisa menjadi sumber pendapatan utama. Disinilah perlunya penyuluh pertanian untuk hadir memberi pencerahan. Sehingga pemeliharaan sapi potong yang dilakukan peternak di Pulau Garam khususnya Kabupaten Sampang tidak dilakukan secara asal–asalan.

Banyak harus diketahui peternak sebelum mengenal management pemeliharaan. Pemilihan bibit, pemberian pakan, dan pemasaran. Pemasalahan tersebut sering kali menjadi kendala para peternak. Hal inilah yang menjadi pemikiran Slamat Ariyadi, S.Psi, anggota komisi IV DPR RI melakukan Bimtek di Di Pulau Garam.

Perlu diketahui bahwa bimbingan teknis (Bimtek) merupakan bagian dari pelatihan dan pengembangan pengetahuan serta kemampuan sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh setiap petani  maupun maupun penyuluh.

IMG-20210307-WA0025
Anggota DPR RI Komisi IV Slamet Ariyadi, S. Psi saat memerikan arahan pada kegiatan BIMTEK

Bimtek peningkatan kapasitas petani dan Penyuluh Pertanian angkatan ke 6, mengacu pada kebutuhan dan permintaan dilapangan menyuguhkan materi pemeliharaan ternak ruminansia. Bimtek kali ini dilaksanakan di Madura atau kenal juga sebagai Pulau Garam, bahkan sering dijuluki dengan sebutan Pulau Sapi. Hal ini karena ternak sapi, hampir semua kabupaten termasuk salah satunya kabupaten Sampang, masyarakat petani di perdesaan bisa dipastikan memiliki sapi.

Bimbingan teknis yang diselenggarakan tanggal 7 Maret 2021 hasil Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Hadir pula Komisi IV DPR RI Dapil Madura dari Fraksi PAN Slamet Ariyadi, S.Psi, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, serta 100 orang peserta dari kalangan petani dan penyuluh pertanian namun yang menarik adalah hadirnya masyarakat umum di Kabupaten Sampang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. “Peran SDM sangat penting dalam pertanian. Karena SDM juga yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, Kementan akan meningkatkan kapasitas SDM baik lewat pelatihan maupun bimtek,” terangnya.

IMG-20210307-WA0024
Ka Balai Besar Pelatihan Peternakan Kota Batu Dr Wasis Sarjono

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. Karena SDM yang berkualitas dapat menciptakan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian. Melalui kegiatan bimbingan teknis diharapkan ada peningkatan kualitas sumberdaya petani dan penyuluh yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

Dalam acara pembukaan Bimtek, Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), untuk Daerah pilihan (Dapil) Madura, yang meliputi Kabupetan Pamekasan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Sampang, Slamet Ariyadi, S.Psi, menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya akan berkomitmen untuk terus mengawal program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kapasitas para petani dan penyuluh.

“Tentunya yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani dan penyuluh yang ada diwilayah Kabupaten Sampang,” Paparnya.

Lebihlanjut suami dari Lis Sugiarti berangan-angan bahwa Madura secara umum, kedepan akan menjadi salah satu sentral sapi potong, sehingga sebutan Pulau Sapi itu memang nyata adanya.

IMG-20210307-WA0027
Suasana Pelatihan yang tetap menerapkan Prokes Covid 19

“Dan angan angan tersebut akan segera direalisasikan dengan memberi modal kerja setiap 1 rumah1 sapi dan 1 desa 1 pengolahan,” harapnya.

Ayah dari Alif Rizky Musthopa, juga mengakui bahwa keberadaannya digedung parlemen Senayan diantaranya merupakan buah karya dari para petani dan penyuluh untuk itu tentu saja tidak akan pernah melupakan masyarakat pulau Garam.

“Oleh sebab itu, saya akan selalu menyempatkn dan menyisihkan waktu untuk bertemu dan berinteraksi dengan para petani dan penyuluh,” Imbuhnya.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengatakan bahwa
kegiatan Bimtek sebagai titik awal jalinan dengan kabupaten Sampang, akan terus dipelihara tentu melalui kiprahnya Komisi IV dari Fraksi Partai Amanat Nasional.

Hal lain, Wasis menyampaikan
dalam pemeliharaan penggemukan sapi potong, pakan sangat berpengaruh. Komposisi dari pakan harus diperhatikan. Pemberian pakan yang sangat mungkin diberikan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

“Pakan hijauan itu, seperti pakchong, odot, merupakan bahan yang banyak mengandung serat kasar dengan nilai cerna yang rendah dan cukup tinggi kandungan proteinnya,” Pungkasnya.

Bagikan Berita Ini
Default image
Ardianto Rakya
Editorial in Chief Desanews.id
Articles: 844

Leave a Reply